Langsung ke konten utama

Wisata Sambil Menambah Pengetahuan di PDIKM Padang Panjang




Berwisata tak harus pergi ke tempat rekreasi untuk sekedar menghabiskan waktu di akhir pekan. Bagi anda yang ingin berwisata sambil menambah pengetahuan seputar kebudayaan Minangkabau, ada baiknya anda mengunjungi Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) Padang Panjang, Sumatera Barat.

PDIKM berada tak jauh dari pusat Kota Padang Panjang. Pada awalnya PDIKM bernama yayasan dokumentasi dan informasi kebudayaan Minangkabau. Pusat Informasi yang berbentuk rumah gadang ini didirikan atas prakarsa A. Hamid dan Bustanul Arifin, dan diresmikan pada 17 Desember 1990, oleh Gubernur Sumatera Barat di masa itu, Hasan Basri Durin.

Memasuki halaman PDIKM anda akan disuguhi hijaunya taman ditambah dengan hawa sejuk khas pegunungan, membawa anda menuju rumah gadang bergonjong tujuh yang merupakan gedung PDIKM.

Sebelum masuk ke rumah gadang, kita akan disambut empat rangkiang yang berjejer di depan rumah gadang. Keempat Rangkiang itu ialah Sitinjau Lauik Sitangguang Lapa, Sibayau-bayau dan Kaciak.

Untuk mengenal keempat rangkiang ini local guide PDIKM akan menjelaskannya kepada anda perihal kegunaan masing-masing dari rangkiang tersebut. Rangkiang Sitinjau Lauik adalah tempat penyimpanan padi yang digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang tidak dapat dibuat sendiri. Lalu Rangkiang Sibayau-bayau adalah tempat penyimpanan padi yang digunakan untuk sehari-hari. Sedangkan Rangkiang Sitangguang Lapa adalah tempat penyimpanan padi yang digunakan untuk membantu fakir miskin dan masa paceklik. Terakhir Rangkiang Kaciak, sebagai tempat penyimpanan padi yang digunakan untuk benih pada saat masa bertanam tiba.

Memasuki rumah gadang, anda akan langsung menuju lantai dua dan harus melepaskan alas kaki. Disini anda dapat melihat sejumlah koleksi PDIKM yang kebanyakan berupa foto dan microfilm, yang menjadi dokumentasi seputar perjalanan sejarah kebudayaan Minangkabau.

Foto-foto tersebut seolah memaparkan dan memperlihatkan kepada pengunjung pakaian adat Minang, rangkiang, potret para pemangku Adat di Minang, potret yang memperlihatkan seni bela diri, serta potret benda-benda purbakala yang ada di Minangkabau. Tak hanya itu, anda juga dapat melihat sejumlah naskah kuno Minangakabau dan buku-buku seputar kebudayaan Minangkabau yang ditulis dengan berbagai bahasa seperti, Minang, Arab, Melayu Inggris dan juga Belanda.

Gedung PDIKM ini mengadopsi dua model anjungan rumah gadang yaitu Koto Piliang dan Bodi Caniago. Untuk model Koto Piliang rumah gadang memiliki anjungan. Anjungan adalah lantai yang ditinggikan dari pada lantai dasar. Biasanya anjungan digunakan anak gadis di Minagkabau untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti menjahit, merenda dan lain-lain. Namun, pada malam harinya anjungan ditutup dengan kain karena anak gadis yang belum menikah dapat beristirahat disana.

Makna anjungan untuk Koto Piliang berdasarkan falsafah Datuak Katumanggungan yaitu “Bajanjang naik batanggo turun” artinya kita harus tahu dengan siapa kita bicara dan kita harus sopan kepada orang yang lebih tua dari pada kita. Dengan kata lain seseorang haruslah mengerti dengan kato nan ampek yaitu malereng, mandaki, manurun dan mandatar.

Model rumah gadang yang kedua yaitu Bodi Caniago yang dipimipin oleh Datuak Parpatiah nan sebatang. Bentuk rumah gadangnya tidak memiliki anjungan. Karena sang datuk menganut falsafah “Tagak samo tinggi duduak samo randah” artinya semua orang bebas mengeluarkan pendapat artinya setiap masalah dapat diselesaikan dengan musyawarah. Hal tersebut berbeda dengan Datuak Katumanggungan yang menganut sistem otokrasi.

PDIKM juga mengadopsi banyaknya ruang di rumah gadang yaitu Sembilan ruang. Dimana tiap ruang dibatasi oleh satu tiang. Satu kamar di Rumah Gadang disediakan bagi anak perempuan yang sudah menikah. Pengaturan kamar di rumah gadang adalah setiap pengantin baru mendapat kamar yang pertama. Penghuni kamar pertama lalu pindah pada kamar kedua dan begitu juga kamar selanjutnya. Apabila telah sampai pada kamar yang terakhir maka bersiap-siaplah untuk keluar dari rumah gadang. Yaitu membinan keluarga di rumah sendiri yang dibeli oleh suami. Rumah Gadang memiliki kamar yang berukuran kecil, mempunyai makna seorang suami haruslah bersungguh-sungguh mencari uang untuk menafkahi hidup anak dan istrinya

Setelah puas melihat dokumentasi seputar kebudayaan Minangkabau di lantai dua, selanjutnya anda akan dipandu untuk menuju lantai satu. Berbeda dengan lantai dua, di lantai satu hanya terdapat sejumlah foto dan ruang pertemuan. Selain itu juga terdapat miniatur pelaminan pernikahan khas Minangkabau. Nah, bagi anda yang ingin berpose dengan pakaian adat dari berbagai daerah di Minangkabau, anda cukup merogoh kocek Rp 25.000/ pakaian. Jika bersama pasangan maka anda akan didandani layaknya Marapulai dan Anak Daro, atau pasangan pengantin di Minangkabau.

Tak hanya itu di lantai dasar juga terdapat souvenir shop yang menjual pernak-pernik khas Minang, seperti gelang manik, baju kurung, selendang, jilbab, miniature rumah gadang, serta pernak-pernik lainnya. Anda tertarik, silahkan mendatangi PDIKM, menambah pengetahuan serta membuat kenang-kenangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memperbaiki Microphone Headset Yang Tidak Mengeluarkan Suara

Internet merupakan sarana komunikasi yang murah dengan menggunakan microphone dan juga aplikasi seperti Skype, YM, dsb. Pernahkah pada suatu ketika anda mengalami microphone / headset yang tidak mengeluarkan suara meskipun kabel jack terhubung dengan baik? Atau mungkin microphone yang justrumengeluarkan suara ketika dihubungkan dengan komputer lain. Pada tulisan kali ini akan menjelaskan beberapa cara untuk mendeteksi penyebabnya. Memperbaiki Microphone Headset Yang Tidak Mengeluarkan Suara Langkah pertama untuk mengatasi permasalahan headset,atau microphone yang tidak mengeluarkan suara adalah memastikan bahwa perangkat tersebut masih berfungsi dengan baik (tidak rusak). Untuk memastikan, anda dapat mencobanya pada beberapa komputer yang berlainan. Bila headset dalam keadaan baik maka anda dapat beralih pada beberapa settingan di komputer anda agar memastikan bahwa ketiga poin dibawah ini ter-setting dalam keadaan benar: Port penghubung Microphone / HeadsetDriver & Settingan Mic…

Siswi SMP ciuman didepan Gurunya

. Dunia Pendidikan Lagi2 Tercoreng, Siswi SMP Ciuman depan Guru
Entah apa yang terjadi, jika semua dilakukan tanpa etika dan Norma, Apalagi jika dilakukan oleh anak – anak / mereka yang nota bene adalah pelajar. Jika yang terpelajar saja tak enggan melakukan hal – hal asusila didepan sang guru, lalu apa yang ada dibenak mereka tentang gurunya. masih berlakukah kalimat bijak “Guru Kencing berdiri, Murid Kencing Berlari” sungguh ironis dan sangat menyedihkan nasib negeri ini selanjutnya.

Mau diapakan pendidikan di negeri ini. seolah – olah tak perlu lagi adanya etika di era yang konon dianggap modern, hingga semuanya menjadi normal – normal saja. Tak ada lagi batasan – batasan yang mampu mencegah nurani untuk sekedar menghambat nafsu birahi. Mungkin hanya kesenangan belaka yang didapat, namun apa akibat yang di timbulkan.

Semuanya seolah tak peduli lagi dengan etika, hancurnya negeri bukanlah karena kemiskinan dan ketidak adilan belaka, namun lebih berdampak mengerikan jika kehancuran …

Anda ingin membuat tulisan atau nama anda sendiri dibuat dalam berbagai bentuk.

Anda ingin membuat tulisan atau nama anda sendiri dibuat dalam berbagai bentuk.
Ketik beberapa kata, pisahkan kata-kata tersebut dengan koma dan tekan tombol “Enter”. Anda dapat juga memilih satu s/d 3 kata atau merubahnya setiap warna pada kata tersebut. Menarik bukan?  Apabila anda ingin mencobanya silakan Klik Disini