Langsung ke konten utama

Ternyata untuk menyajikan secangkir kopi membutuhkan 140liter air

Berapa jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi? Beberapa dari Anda mungkin akan dengan mudah menjawab, "Pastinya satu cangkir."

Tapi, berdasarkan Water Footprint, rata-rata jumlah air yang dibutuhkan untuk menyajikan secangkir kopi adalah 140 liter.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/16/1404488620X310.jpg
Bagaimana bisa? Water Footprint tak hanya menghitung air yang digunakan untuk menyeduh kopi, tetapi juga total air yang dibutuhkan untuk menanam dan memelihara kopi, memanen, dan memrosesnya hingga menjadi biji kopi yang siap digiling, didistribusikan, hingga akhirnya disajikan di meja.

Jumlah tersebut cukup mengagetkan. Namun hal itu bisa menjadi cerminan bahwa pemakaian air dalam bidang pertanian, industri, dan konsumsi masyarakat tak terkirakan. Contoh lain, menyajikan secangkir teh memerlukan 35 liter air dan menyajikan 1 kg nasi memerlukan 3.000 liter air.

Untuk melihat dan mengontrol konsumsi air, pada tanggal 28 Februari 2011 lalu Global Water Footprint Standard merilis catatan terbaru. Catatan yang merupakan standar tersebut dikembangkan oleh Water Footprint Network dengan 139 partner, ilmuwan dari Universitas Twente, Belanda, serta kalangan LSM, perusahaan, dan pembuat kebijakan.

Global Water Footprint Standard memberikan konsistensi dalam mengukur jumlah air yang digunakan dan dampaknya. Pimpinan Water Footprint Network, Jim Leape, mengatakan bahwa standar tersebut dibuat saat perusahaan di semua sektor menyadari adanya ancaman kekurangan air yang bisa berdampak pada bisnisnya.
 
Menurut National Coordinator Freshwater Program WWF Indonesia Tri Agung Rooswiadji, standar tersebut dirancang untuk mengurangi pemborosan dalam konsumsi air. "Jumlah air bersih sudah sangat terbatas. Kalau kita boros, itu akan mengurangi kebutuhan pihak lain juga," ungkapnya.

Menurutnya, pemborosan konsumsi air kini banyak terjadi di kalangan industri komersial. "Industri ini tidak hanya industri manufaktur, tetapi juga yang lain, seperti pertanian dan tekstil. Kalau misalnya membuang limbah cair langsung, itu juga mengurangi jumlah air bersih," katanya.

Setiap komoditas industri menurutnya memiliki kebutuhan air yang berbeda. "Yang terbesar itu misalnya pada kopi, minyak sawit, dan kakao," kata Tri. Sektor lain, misalnya pada bahan makanan pokok, membutuhkan 3.000 liter air untuk memproduksi 1 kg beras dan 900 liter air untuk 1 kg tepung jagung.

Efisiensi dalam pemakaian air ini penting untuk dilakukan, terutama oleh kalangan industri. Ketidakefisienan dalam pemakaian air yang mengakibatkan kekurangan air bisa memicu konflik. "Itu pernah terjadi tahun 2001-2002 di Lombok. Petani berkonflik karena kekurangan air," ujarnya.

Tri mengungkapkan, kalangan industri bisa mulai menerapkan Water Footprint Standard. Dalam standar ini terdapat fasilitas penghitungan jumlah air yang digunakan berupa Water Footprint Calculator sehingga bisa membantu program efisiensi air.

Di sisi lain, ia juga menekankan perlunya kebijakan pemerintah. "Selama ini belum ada kebijakan mengenai efisiensi air," katanya. Kebijakan ini diharapkan bisa memacu pelaku industri untuk menerapkan standar tersebut.

Dengan Global Water Footprint Standard, pelaku industri bisa memantau penggunaan air, terutama menelaah sektor-sektor yang boros air. Dengan demikian, langkah efisiensi penggunaan air pun dimungkinkan dalam mendukung kelestarian sumber daya air.

Bagi individu, Global Water Footprint Standard bisa menjadi acuan untuk mengukur jumlah air yang digunakan dalam makanan, mencuci pakaian, dan barang-barang yang dibeli. Individu bisa beralih ke produk yang membutuhkan sedikit air dan yang proses produksinya memerhatikan kelestarian air.

Efisiensi penggunaan air merupakan salah satu cara untuk melestarikan sumber daya air, selain dengan mencegah pencemaran pada sumber air. Saat ini, kualitas air bersih secara global menunjukkan tren penurunan sehingga membutuhkan langkah radikal untuk melestarikannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memperbaiki Microphone Headset Yang Tidak Mengeluarkan Suara

Internet merupakan sarana komunikasi yang murah dengan menggunakan microphone dan juga aplikasi seperti Skype, YM, dsb. Pernahkah pada suatu ketika anda mengalami microphone / headset yang tidak mengeluarkan suara meskipun kabel jack terhubung dengan baik? Atau mungkin microphone yang justrumengeluarkan suara ketika dihubungkan dengan komputer lain. Pada tulisan kali ini akan menjelaskan beberapa cara untuk mendeteksi penyebabnya. Memperbaiki Microphone Headset Yang Tidak Mengeluarkan Suara Langkah pertama untuk mengatasi permasalahan headset,atau microphone yang tidak mengeluarkan suara adalah memastikan bahwa perangkat tersebut masih berfungsi dengan baik (tidak rusak). Untuk memastikan, anda dapat mencobanya pada beberapa komputer yang berlainan. Bila headset dalam keadaan baik maka anda dapat beralih pada beberapa settingan di komputer anda agar memastikan bahwa ketiga poin dibawah ini ter-setting dalam keadaan benar: Port penghubung Microphone / HeadsetDriver & Settingan Mic…

Siswi SMP ciuman didepan Gurunya

. Dunia Pendidikan Lagi2 Tercoreng, Siswi SMP Ciuman depan Guru
Entah apa yang terjadi, jika semua dilakukan tanpa etika dan Norma, Apalagi jika dilakukan oleh anak – anak / mereka yang nota bene adalah pelajar. Jika yang terpelajar saja tak enggan melakukan hal – hal asusila didepan sang guru, lalu apa yang ada dibenak mereka tentang gurunya. masih berlakukah kalimat bijak “Guru Kencing berdiri, Murid Kencing Berlari” sungguh ironis dan sangat menyedihkan nasib negeri ini selanjutnya.

Mau diapakan pendidikan di negeri ini. seolah – olah tak perlu lagi adanya etika di era yang konon dianggap modern, hingga semuanya menjadi normal – normal saja. Tak ada lagi batasan – batasan yang mampu mencegah nurani untuk sekedar menghambat nafsu birahi. Mungkin hanya kesenangan belaka yang didapat, namun apa akibat yang di timbulkan.

Semuanya seolah tak peduli lagi dengan etika, hancurnya negeri bukanlah karena kemiskinan dan ketidak adilan belaka, namun lebih berdampak mengerikan jika kehancuran …

Anda ingin membuat tulisan atau nama anda sendiri dibuat dalam berbagai bentuk.

Anda ingin membuat tulisan atau nama anda sendiri dibuat dalam berbagai bentuk.
Ketik beberapa kata, pisahkan kata-kata tersebut dengan koma dan tekan tombol “Enter”. Anda dapat juga memilih satu s/d 3 kata atau merubahnya setiap warna pada kata tersebut. Menarik bukan?  Apabila anda ingin mencobanya silakan Klik Disini