Langsung ke konten utama

Jangan anggap sepele air yang masuk ketelinga saat berenang

Masuknya air ke dalam telinga sering terjadi saat orang sedang berenang. Kebanyakan orang akan menganggapnya sepele, padahal bila dibiarkan hal ini bisa menyebabkan risiko infeksi.

Air yang masuk ke telinga dan tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah. Jika saluran telinga basah, maka perlindungan pada saluran telinga akan hilang dan berisiko mengalami infeksi.

 http://images.detik.com/content/2011/03/19/763/renang-ts-dlm.jpg
Telinga mengandung zat lilin yang berfungsi untuk menjaga kelembaban agar bakteri baik dapat berkembangbiak pada lapisan kulit di telinga. Selain itu, lapisan lilin ini juga berfungsi sebagai pelindung terhadap serangga atau benda asing yang masuk, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (19/3/2011).

Air dan lapisan lilin ini tidak bisa bercampur. Ketika orang berenang, maka air akan masuk dan mencuci lapisan ini. Bila orang berenang untuk jangka waktu lama, maka air benar-benar bisa membersihkan lapisan ini dan membuat telinga tanpa pelindung.

Tanpa lapisan lilin ini, air dapat tetap berada di dalam saluran telinga dan membuat kulit menjadi lembab. Karena saluran telinga adalah ruang yang tertutup, air tidak menguap secara normal dan tetap berada pada saluran telinga yang lembab.

Bila air dibiarkan berlama-lama di dalam saluran telinga, hal ini akan menciptakan lingkungan yang sempurna bagi berbagai infeksi organisme, karena infeksi organisme seperti jamur dan bakteri sangat suka tempat hangat, gelap dan tempat-tempat yang basah.

Hal ini biasanya menyakitkan, terutama ketika Anda tarik bagian luar telinga. Ini juga bisa menyebabkan cairan kuning telinga menjadi busuk.


Lalu bagaimana mengeluarkan air dari telinga saat berenang?


http://4.bp.blogspot.com/_V9wazoCYHhU/TQddRz4HOTI/AAAAAAAAAgM/K0T4HusHQ_g/s320/images.jpeg
1. Gerakkan kepala

Gerakkan kepala dari satu sisi ke sisi lain dalam gerakan goyang ke arah bahu, kembalikan telinga ke posisi normal dan gerakkan kembali pada arah yang berlawanan. Masukkan jari ke telinga untuk membuat tekanan yang cukup untuk mengeluarkan air.



2. Keringkan dengan pengering rambut

Memiringkan kepala dan mengeringkannya dengan handuk kering juga bisa membantu air keluar. Hembusan pengering rambut yang disetel dengan panas yang rendah ke dalam telinga juga bisa membantu mengeringkan telinga. Tes pengering rambut pada kulit terlebih dahulu untuk memastikan panasnya tidak berlebihan.


3. Campuran larutan alkohol dan cuka

Menurut American Academy of Family Physicians, campuran larutan alkohol dan cuka putih juga membantu mengeringkan air yang tersiksa di saluran telinga.

Masukkan 3-5 tetes campuran larutan ini ke dalam telinga dengan kepala dimiringkan dan biarkan selama beberapa saat. Anda akan mendengarkan suara hampa di telinga yang berarti telinga mulai kering.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memperbaiki Microphone Headset Yang Tidak Mengeluarkan Suara

Internet merupakan sarana komunikasi yang murah dengan menggunakan microphone dan juga aplikasi seperti Skype, YM, dsb. Pernahkah pada suatu ketika anda mengalami microphone / headset yang tidak mengeluarkan suara meskipun kabel jack terhubung dengan baik? Atau mungkin microphone yang justrumengeluarkan suara ketika dihubungkan dengan komputer lain. Pada tulisan kali ini akan menjelaskan beberapa cara untuk mendeteksi penyebabnya. Memperbaiki Microphone Headset Yang Tidak Mengeluarkan Suara Langkah pertama untuk mengatasi permasalahan headset,atau microphone yang tidak mengeluarkan suara adalah memastikan bahwa perangkat tersebut masih berfungsi dengan baik (tidak rusak). Untuk memastikan, anda dapat mencobanya pada beberapa komputer yang berlainan. Bila headset dalam keadaan baik maka anda dapat beralih pada beberapa settingan di komputer anda agar memastikan bahwa ketiga poin dibawah ini ter-setting dalam keadaan benar: Port penghubung Microphone / HeadsetDriver & Settingan Mic…

Siswi SMP ciuman didepan Gurunya

. Dunia Pendidikan Lagi2 Tercoreng, Siswi SMP Ciuman depan Guru
Entah apa yang terjadi, jika semua dilakukan tanpa etika dan Norma, Apalagi jika dilakukan oleh anak – anak / mereka yang nota bene adalah pelajar. Jika yang terpelajar saja tak enggan melakukan hal – hal asusila didepan sang guru, lalu apa yang ada dibenak mereka tentang gurunya. masih berlakukah kalimat bijak “Guru Kencing berdiri, Murid Kencing Berlari” sungguh ironis dan sangat menyedihkan nasib negeri ini selanjutnya.

Mau diapakan pendidikan di negeri ini. seolah – olah tak perlu lagi adanya etika di era yang konon dianggap modern, hingga semuanya menjadi normal – normal saja. Tak ada lagi batasan – batasan yang mampu mencegah nurani untuk sekedar menghambat nafsu birahi. Mungkin hanya kesenangan belaka yang didapat, namun apa akibat yang di timbulkan.

Semuanya seolah tak peduli lagi dengan etika, hancurnya negeri bukanlah karena kemiskinan dan ketidak adilan belaka, namun lebih berdampak mengerikan jika kehancuran …

Anda ingin membuat tulisan atau nama anda sendiri dibuat dalam berbagai bentuk.

Anda ingin membuat tulisan atau nama anda sendiri dibuat dalam berbagai bentuk.
Ketik beberapa kata, pisahkan kata-kata tersebut dengan koma dan tekan tombol “Enter”. Anda dapat juga memilih satu s/d 3 kata atau merubahnya setiap warna pada kata tersebut. Menarik bukan?  Apabila anda ingin mencobanya silakan Klik Disini